Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Datang Ke Pasar Ikan Di Aceh, Sandiaga Uno: Ekonomi Sepi, Pedagang Sangat Membutuhkan Modal

Pojok Nasional . Cawapres Sandiaga Uno menyambangi pedagang pasar ikan di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Aceh. Sandiaga mendengar curhat para pedagang yang mengeluhkan sepinya pasar dan butuh modal usaha. "Kita melihat ekonomi di sini ada keluhan agak sedikit sepi dan para pedagang, termasuk Pak Samsul, Ketua Pasar Ikan di sini, menginginkan permodalan. Koperasinya direvitalisasi. Tadi saya bicara sama Bu Anisah (pedagang ikan) juga di sini pedagang ikan perlu sekitar Rp 10 juta sebagai modal kerja mereka," kata Sandiaga kepada wartawan setelah berkunjung ke Pasar Peunayong, Banda Aceh, Selasa (20/11/2018). Sandiaga akan memastikan bantuan permodalan untuk para pedagang ikan tersebut. Sebab, salah satu cara meningkatkan ekonomi masyarakat, menurut Sandiaga, adalah mempermudah akses permodalan. "Ini yang nanti saya akan memastikan bahwa ada bantuan permodalan karena salah satu cara mereka meningkatkan ekonomi rakyat adalah mereka mendapatkan akses permodalan yang sela...

Inilah Tanggapan Sandiaga Tentang Rumor Yang Ketakutan Tentang Ekonomi

Rakyat Utama . Cawapres Sandiaga Uno menepis anggapan yang menyebut pihaknya menebar ketakutan ekonomi. Sandiaga mengatakan persoalan ekonomi adalah masalah bangsa. Sandiaga mengatakan fokus mereka pada masa kampanye ini adalah masalah ekonomi. Selain itu, lanjutnya, mereka ingin membuat warga semakin sejahtera. "Dan membuat gimana mereka (warga) menyadari hal itu. Dan seperti Pak Prabowo sebutkan tadi pagi, seperti ada paradoks di negeri ini dan ini sangat memukul dengan capaian kita saat ini, di mana seharusnya kita bisa meraih hal itu," kata Sandiaga saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Forum 2018 di Sangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11/2018). Sandiaga menegaskan pihaknya sudah punya rencana terobosan terkait masalah ekonomi itu. Sandiaga lalu bicara soal adanya anggapan yang menyebut mereka menebar ketakutan ekonomi. "Tapi kami Prabowo-Sandi punya breakthrough plan (rencana terobosan), dan jika ditanya gimana implementasinya dan detailnya, memang ...

Kenaikan Bunga BI, Berimbas Ke Ekonomi Indonesia 2019 Dan Diperkirakan Hanya Sampai 5,1%

Rakyat Digital . Untuk kesekian kalinya, Bank Indonesia menaikkan suku bunga BI 7 Days Repo menjadi 6 persen pada Kamis pekan lalu.  Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan mengatakan kenaikan bunga acuan BI akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi 2019 menjadi 5,1 persen, di bawah target pemerintah sebesar 5,3 persen. Perlambatan tersebut disebabkan oleh investasi yang terbatas lantaran kenaikan bunga acuan BI. “Kami lihat ada tightening yang terjadi. Karena bunga acuan naik, ada dampak sedikit,” kata dia kepada katadata.co.id usai acara Indonesia Investment Conference & Exhibition 2018 di Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (21/11). Ia memperkirakan likuiditas global akan berkurang sehingga mempengaruhi investasi asing alias foreign direct investment (FDI). Di sisi lain, upaya pemerintah menarik investor asing masih memerlukan masa transisi selama setengah tahun. Sementara itu, konsumsi rumah tangga juga diperkirakan terpengarauh oleh kenaikan bunga acuan. Penurunan konsumsi di...

Prabowo-Sandi Akan Menebus Kegagalan Jokowi Khususnya Di Sektor Ekonomi

Channel Rakyat . Pasangan Prabowo-Sandiaga menjanjikan, jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024, akan fokus dalam sektor ekonomi yang dirasa gagal dijaga pemerintahan saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh ekonom senior yang juga Anggota BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo. Menurutnya, ada tiga hal di sektor ekonomi yang sangat buruk kinerjanya di pemerintahan saat ini. "Tim ekonomi Jokowi jelek sekali karena gagal mewujudkan janji-janji Pak Jokowi," kata Dradjad saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (19/11/2018). Pertama, adalah pertumbuhan ekonomi yang dipatok dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 7% dalam lima tahun kepemimpinan. Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional terbukti hanya tumbuh 5% atau jauh dari proyeksi yang dipatok pada awal pemerintahan. Kedua, gagal menjaga stabilitas. Dradjad bilang, kegagalan itu bisa dilihat dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar A...